Mengenai Saya

Foto saya
bogor, jawa barat, Indonesia

Kamis, 05 Mei 2011

cerpenku

Terdiam ku tersipu malu saat seseorang dari jauh mengatakan bahwa dia sangat mencintaiku. Melalui jaringan yang sedang melanda dunia remaja inilah dia berbicara. Dia adalah orang yang ku cintai semasa ku mengenal apa itu rasa cinta dan kasih sayang. Dia adalah sahabatku yang selalu menemaniku dalam mengarungi kehidupan. Dia bernama Muhammad Fahri Al Fajr. Sekarang dia berada di Kairo untuk menuntut ilmu. Sebelum dia pergi ke sana diriku selalu gelisah dan tak rela dia jauh dariku, namun Fahri berkata padaku “ Bila Allah mengizinkan pasti kita kan berjumpa lagi”.
Mendengar dia berkata seperti itu hatiku yang tadinya gundah, gelisah, dan sedih menjadi sayup, diam tanpa kata, tenag bagaikan air yang menggenang. Akhirnya aku relakan saja dia pergi ke Negara itu. Tekad dia sangat tinggi untuk menuntut ilmu, kurasa dia memang pantas sekali untuk mendapatkan beasiswa yang diperebutkan oleh semua orang pintar. Bahkan dulu saat di Aliyah dia adalah anak yang paling cerdas. Anak kelas 3 pun dia kalahkan. Kepintaranya membuat ia di kenal di sekolah. Tak adayang tak mengenal sesosok Fahri. Dia pun akrab dengan penjaga sekolah yang bernama pak Husen. Fahri juga suka membantu pak Husen membersihkan sekolah, karena mereka akrab silaturahmi pun terjaga.
Fahri terlahir dari keluarga muslim yang berada. Ayahnya merupakan tokoh agama didaerahnnya dan terkenal sangat adil dan bijaksana. Semua orang segan pada terhadap keluarganya. Ibunya bernama Aminah Alfiatul Ulfah, kecantikannya tak hilang walau sudah berumur 35 tahun. Fahri adalah anak semata wayang. Tapi walaupun dia anak satu – satunya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar